Sabtu, 05 Oktober 2013

Jendela Kamar

https://www.facebook.com/ernhy.dukdekdor/friends#!/ernhy.dukdekdor

Jendela Kamar                                                                  Kalimantan, 21 April 2013

Memandang langit biru dengan awan putih yang menghias. Cahaya matahari yang menyilaukan, bersembunyi di balik jendela, selembr kertas dengan pena hitam perlahan menggoreskan tulisan di atasnya. Entah apa yang dipikirkannya, entah hidup yang begitu sulit di jalaninya, kerasnya dunia yang menghantam, atau beratnya perjuangan untuk hidup lebih baik. Seolah tak ada yang mendukung. Air matanya makin menggenang tetapi enggan untuk keluar, ketegaran yang dia tanamkan dalam dirinya sebagai kendaraan untuk hidup kedepan meraih cita-cita dengan mimpi setinggi mungkin, teguran dan omelan menjadi makanan sehari-harinya, tetapi senyumnya tidak akan pergi dari wajahnya, tawa yang lepas seolah menutupi bahwa dirinya begitu tersiksa. Ada luka di hatinya. Kesunyiaan yang menghantam dirinya mulai saat kedua orang tuanya meninggal, Tuhan mengapa aku berbeda. Gumamnya dalam hati.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar